Asumsi Makro Salah Kaprah, Penerimaan Pajak Era Jokowi 2019 Terburuk
Ekbis RABU, 01 JANUARI 2020 , 10:34:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK
RMOLJatim. Di era Presiden Joko Widodo angka penerimaan pajak tidak mencapai 100 persen dari target. Yang ada justru penurunan penerimaan pajak cukup signifikan dari tahun ke tahun.
Sebagaimana data yang dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL hingga pukul 10.30 WIB, Selasa (31/12), pendapatan negara dari pajak hanya mencapai Rp 1.310,04 atau 83,04 persen dari target Rp 1.577,6, atau masih kurang Rp 267 triliun.
Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad mengatakan, penerimaan pajak yang merosot disebabkan asumsi makro pemerintahan Jokowi salah kaprah.
Tauhid menjelaskan, ramalan pemerintah tentang pertumbuhan pajak yang meleset, diiringi dengan kekeliruan dalam memprediksi pertumbuhan sektor industri manufaktur.
Padahal, ketepatan dalam memprediksi pertumbuhan industri manufaktur sangatlah mempengaruhi besaran atau jumlah penerimaan pajak di suatu negara.
Komentar Pembaca
BPK Menemukan Laporan Asabri Beli Lahan Tanpa Se ...
SENIN, 20 JANUARI 2020
Ratusan Pengusaha Bakal Hadiri Business Matching
SENIN, 20 JANUARI 2020
Belum Naik, Harga Elpiji 3 Kg Masih Dikaji
SABTU, 18 JANUARI 2020
Unusa Gelar Job Fair Alumni dan Mahasiswa
SABTU, 18 JANUARI 2020
Cukai Rokok Naik, Pemerintah Diminta Peduli Nasi ...
JUM'AT, 17 JANUARI 2020
Bulan K3, Pelindo III Gelar Donor Darah
JUM'AT, 17 JANUARI 2020







